Jumat, 13 Januari 2012

Soal - soal MBS


1.    Deskripsikan menurut pendapat saudara tentang pengertian, karakteristik, manfaat, syarat, maksud dan tujuan MBS?
a.    Pengertian
Menurut saya MBS Merupakan pemberian otonomi/ kewenangan lebih besar kepada sekolah, dan mendorong partisipasi secara langsung warga sekolah (guru, siswa, kepala sekolah, karyawan) dan masyarakat (orang tua siswa, tokoh masyarakat, ilmuwan, pengusaha, dsb) untuk mengelola rumah tangganya sendiri.
b.    Karakteristik
Karakteristik bisa diketahui dari bagaimana sekolah dapat mengoptimalkan kinerja organisasi sekolah, proses belajar mengajar, pengelolaan sumber daya manusia dan pengelolaan administrasi. Karakter MBS antara lain:
a.) Lingkungan sekolah yang aman dan tertib
b.) Sekolah memiliki visi dan target yang ingin dicapai
c.) Sekolah memiliki kepemimpinan yang kuat
d.) Adanya harapan yang tinggi dari personel sekolah
e.) Adanya pengembangan staf sesuai kemajuan iptek
f.) Adanya evaluasi yang terus menerus guna perbaikan mutupendidikan
g.) Adanya komunikasi dan dukungan intensif dari orang tua murid dan masyarakat.
Jadi, MBS adalah kumpulan dari elemen-elemen manajemen pendidikan yang saling mempengaruhi dan melengkapi. Keberhasilan sekolah juga dari adanya keterlibatan elemen-elemen lain yang melilitnya. Pengoptimalan kinerja organisasi sekolah diharapkan mampu mewujudkan visi dan misi sekolah yang sesuai dengan tujuan pendidikan.
c.    Manfaat
Penerapan MBS yang efektif secara spesifik mengidentifikasi beberapa manfaat spesifik dari penerapan MBS sebagai berikut :
1.         Memungkinkan orang-orang yang kompeten di sekolah untuk mengambil keputusan yang akan meningkatkan pembelajaran.
2.         Memberi peluang bagi seluruh anggota sekolah untuk terlibat dalam pengambilan keputusan penting.
3.         Mendorong munculnya kreativitas dalam merancang bangun program pembelajaran.
4.         Mengarahkan kembali sumber daya yang tersedia untuk mendukung tujuan yang dikembangkan di setiap sekolah.
5.         Menghasilkan rencana anggaran yang lebih realistik ketika orang tua dan guru makin menyadari keadaan keuangan sekolah, batasan pengeluaran, dan biaya program-program sekolah.
6.         Meningkatkan motivasi guru dan mengembangkan kepemimpinan baru di semua level.
d.    Syarat MBS
1.        MBS harus mendapat dukungan staf sekolah.
2.        MBS lebih mungkin berhasil jika diterapkan secara bertahap. Kemungkinan diperlukan lima tahun atau lebih untuk menerapkan MBS secara berhasil.
3.        Staf sekolah dan kantor dinas harus memperoleh pelatihan penerapannya, pada saat yang sama juga harus belajar menyesuaikan diri dengan peran dan saluran komunikasi yang baru.
4.        Harus disediakan dukungan anggaran untuk pelatihan dan penyediaan waktu bagi staf untuk bertemu secara teratur.
5.        Pemerintah pusat dan daerah harus mendelegasikan wewenang kepada kepala sekolah, dan kepala sekolah selanjutnya berbagi kewenangan ini dengan para guru dan orang tua murid.
e.    Maksud MBS
MBS adalah strategi untuk meningkatkan pendidikan dengan mendelegasikan kewenangan pengambilan keputusan penting dari pusat dan dearah ke tingkat sekolah. Dengan demikian, MBS pada dasarnya merupakan sistem manajemen di mana sekolah merupakan unit pengambilan keputusan penting tentang penyelenggaraan pendidikan secara mandiri. MBS memberikan kesempatan pengendalian lebih besar bagi kepala sekolah, guru, murid, dan orang tua atas proses pendidikan di sekolah mereka.
Dalam pendekatan ini, tanggung jawab pengambilan keputusan tertentu mengenai anggaran, kepegawaian, dan kurikulum ditempatkan di tingkat sekolah dan bukan di tingkat daerah, apalagi pusat. Melalui keterlibatan guru, orang tua, dan anggota masyarakat lainnya dalam keputusan-keputusan penting itu, MBS dipandang dapat menciptakan lingkungan belajar yang efektif bagi para murid. Dengan demikian, pada dasarnya MBS adalah upaya memandirikan sekolah dengan memberdayakannya.
f.      Tujuan
1.        MBS bertujuan untuk memandirikan atau memberdayakan sekolah melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada sekolah, pemberian fleksibilitas yang lebih besar kepada sekolah untuk mengelola sumberdaya sekolah, dan mendorong partisipasi warga sekolah dan masyarakat untuk meningkatkan mutu pendidikan. Lebih rincinya, MPMBS bertujuan untuk  :
2.        Meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan kemandirian, fleksibelitas, partisipasi, keterbukaan, kerjasama, akuntabilitas, sustainbilitas, dan inisiatif sekolah dalam mengelola, memanfaatkan, dan memberdayakan sumberdaya yang tersedia.
3.        Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama.
4.        Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua, masyarakat, dan pemerintah tentang mutu sekolahnya, dan Meningkatkan kompetisi yang sehat antar sekolah tentang mutu pendidikan yang akan dicapai. 
2.    Apa persamaan dan perbedaan antara sekolah yang melaksanakan MBS dan yang tidak melaksa,akan MBS.
a.    Persamaan
Persamaan antara sekolah yang melaksanakan MBS dan yang tidak melaksanakan MBS yaitu :
1.      Menurut saya sama-sama merupakan suatu lembaga kependidikan yang didalamnya terjadi interaksi proses belajar mengajar.
2.      Memiliki warga (siswa, Guru, Kepala Sekolah, Staf Guru)
3.      Memiliki Logo sekolah
4.      Memiliki Visi, Misi dan Tujuan kearah tercapainya Tujuan.
b.    Perbedaan
Perbedaan yang terlihat dalam Sekolah yang melaksanakan MBS dan yang tidak mungkin terlihat dalam sistem pengolahannya, karena Sekolah yang melaksanakan MBS memiliki kewenagan(otonomi) untuk mengolh Rumah tanggana sendiri. Berikut menunjukkan perbedaan pola manajemen : 
Sekolah yang tidak Melaksanakan MBS
Sekolah yang Melaksanakan MBS
Subordinasi
Otonomi
Pengambilan  keputusan terpusat
Pengambilan  keputusan partisipasif
Ruang gerak kaku
Ruang gerak luwes
Pendekatan birokratik
Pendekatan profesional
Sentralistik
Disentralistik
Diatur
Motivasi
Overegulasi
Deregulasi
Mengontrol
Mempengaruhi
Mengarahkan
Memfasilitasi
Menghindari resiko
Mengelola resiko
Gunakan uang semuanya
Gunakan uang seefesien
Individual yang cerdas
Teamwork yang cerdas
Informasi terpribadi
Informasi terbagi
Pendelegasian
Pemberdayaan
Organisasi herakis
Organisasi datar
     Pada Sekolah yang  tidak melaksanakan MBS tugas dan fungsi sekolah lebih pada melaksanakan program dari pada mengambil inisiatif merumuskan dan melaksanakan program peningkatan mutu yang dibuat sendiri oleh sekolah.
     Sedang pada  sekolah yang melaksanakan MBS sekolah memiliki wewenang lebih besar dalam pengelolan lembaganya, pengambilan keputusan dilakukan secara partisipasif dan partisipasi masyarakt makin besar, sekolah lebih luwes dalam mengelola lembaganya, pendekatan profesionalisme lebih diutamakan dari pada pendekatan birokrasi, pengelolaan sekolah lebih desentralistik, perubahan sekolah didorong oleh motivasi diri sekolah dari pada diatur dari luar sekolah, regulasi pendidikan lebih sederhana peranan pusat bergesr dari mengontrol menjadi mempengaruhi dan dari mengarahkan ke memfasilitasi, dari menghindari resiko menjadi mengolah  resiko, pengunaan uang lebih efesien karena sisa anggaran tahun ini dapat digunakan untuk anggaran tahun depan (Effesiensi-based budgeting), lebih mengutamakan teamwork, informasi terbagi  ke semua warga sekolah, lebih mengutamakan pemberdayaan, dan struktur organisasi lebih datar sehingga lebih efesien. 
3.    Bagaimana menakar keunggulan MBS dalam dinamika persekolahan saat ini!
Ukuran keberhasilan MBS di Indonesia dapat dinilai setidaknya dari beberapa kriteria di bawah ini :
1.      MBS dianggap berhasil apabila jumlah siswa yang mendapat layanan pendidikan semaikin meningkat. Masalah siswa yang tidak bisa mendaftar sekolah karena masalah ekonomi akan dipecahkan secara bersama-sama oleh warga sekolah melalui subsidi silang dari mereka yang ekonominya lebih mampu.
Keberhasilan MBS harus dilihat kemampuannya dalam menangani masalah pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan. Kesempatan memperoleh pendidikan bagi sebagian rakyat Indonesia masih terbatas pada tingkat sekolah dasar sebagai hasil dari program Inpres SD yang dilaksanakan sejak tahun 1974. Ketidak merataan memperoleh kesempatan pendidikan terutama terjadi pada kelompok-kelompok : (a) masyarakat pedesaan dan atau masyarakat terpencil, (b) keluarga yang kurang beruntung secara ekonomi, sosial dan budaya, (c) wanita, dan (d) penyandang cacat.
Persoalan itu berakibat lebih lanjut pada ketimpangan dalam kehidupan sosial, budaya, ekonomi dan politik. Semua persoalan itu pada gilirannya dapat menghambat pembanunan nasional menuju tercapainya cita-cita bangsa Indonesia dalam mewujudkan masyarakat madani yang adil dan makmur.
2.      MBS dianggap berhasil apabila kualitas layanan pendidikan menjadi lebih baik. Karena layanan pendidikan tersebut berkualitas mengakibatkan prestasi akademik dan prestasi non akademik siswa juga meningkat.
3.      Tingkat tinggal kelas menurun dan produktivitas sekolah semakin baik dalam arti rasio antara jumlah siswa yang mendaftar dengan jumlah siswa yang lulus menjadi lebih besar.
Tingkat tinggal kelas menurun karena siswa semakin bersemangat untuk datang ke sekolah dan belajar di rumah dengan dukungan orang tua serta lingkungannya. Selain itu yang menunjang lainnya adalah peningkatan efesiensi dalam penggunaan berbagai sumber daya di sekolah.
4.      Karena program-program sekolah dibuat bersama-sama dengan warga masyarakat dan tokoh masyarakat maka relevansi penyelenggaraan pendidikan semakin baik. Program yang diselenggarakan di sekolah baik kurikulum maupun sarana dan prasarana disesuaikan dengan situasi dan kebutuhan lingkungan masyarakat.
5.      Terjadinya keadilan dalam penyelenggaraan pendidikan karena penentuan biaya pendidikan tidak dilakukan secara pukul rata, tetapi didasarkan pada kemampuan ekonomi masing-masing keluarga.
6.      Semakin meningkatnya keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam pengambilan keputusan di sekolah baik yang menyangkut keputusan intruksional maupun organisasional. Dengan demikian, orang tua siswa dan masyarakat akan semakin peduli dan rasa memiliki yang lebih besar pada sekolah. Bila hal ini telah terjadi maka masyarakat akan dengan sukarela menyumbangkan tenaga dan hartanya untuk sekolah.
7.      Salah satu indikator penting lain kesuksesan MBS adalah semakin baiknya iklim dan budaya kerja sekolah. Iklim dan budaya kerja yang baik akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Selanjutnya sekolah akan berubah dan berkembang lebih baik. Setiap personil akan merasa aman dan nyaman dalam menjalankan tugasnya.
8.      Kesejahteraan guru dan staf seolah membaik antara lain karena sumbangan pemikiran, tenaga dan dukungan dana dari masyarakat luas. Semakin profesional seorang guru dan staf sekolah maka masyarakat semakin berkeinginan untuk memberikan sumbangan dana lebih besar.
9.      Apabila semua kemajuan pendidikan di atas telah tercapai maka dampak selanjutnya adalah akan terjadinya demokratisasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Indikator keberhasilan implementasi berupa tercapainya demokratisasi pendidikan diletakkan pada posisi terakhir karena sasaran ini jangka panjang dan paling jauh dari jangkauan.
4.    MBS menetapkan adanya authority, responsibility, dan akuntabilitas, hal ini bermakna terhadap otonomi sekolah. Pada sisi lain terjadi kegamangan terhadap otonomi sekolah tersebut.
a.    Apa faktor penyebab terjadinya kegiatan otonomi sekolah?
Salah  satu  faktor Penyebab terjadinya kegiatan otonomi yaitu yang paling utama untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, seiring dengan reformasi politik, dilakukan reformasi pendidikan atau perubahan pengelolaan pendidikan. Selanjutnya disebabkan oleh faktor kinerja sekolah  kurang optimal sehingga perlu diterapkanya manajemen berbasis sekolah (MBS). Inti MBS adalah otonomi sekolah dan pengambilan keputusan partisipatif.
Dengan otonomi tersebut, sekolah diberikan kewenangan dan tanggung jawab untuk mengambil keputusan-keputusan sesuai dengan kebutuhan, kemampuan dan tuntutan sekolah dan masyarakat atau stakeholder yang ada.
Dengan demikian sekolah memiliki kemandirian lebih besar dalam mengelola sekolahnya (menetapkan sasaran peningkatan mutu, menyusun rencana peningkatan mutu, melaksanakan rencana peningkatan mutu, dan melakukan evaluasi pelaksanaan peningkatan mutu), memiliki fleksibilitas pengelolaan sumber daya sekolah, dan memiliki partisipasi yang lebih besar dari kelompok-kelompok yang berkepentingan dengan sekolah.


b.    Mengapa terjadi kegamangan dalam otonomi sekolah tersebut?
Menurut saya kegamangan sendiri dapat diartikan sebagai suatu keragu-ragun, mungkin penyebab utama kenapa terjadi kegamangan dalam pelaksanaan otonomi sekolah yaitu karena penerapan MBS sendiri masih terbilang baru di dunia pendidikan sehingga timbul rasa kekhawatiran, keraguan akan otonomi sekolah.
Otonomi sendiri menunjukan perananan antara para profesional, orang tua, dan masyarakat saling melengkapi (complementer) memenuhi tuntutan kualitas memenangkan persaingan antar sekolah. Dalam prakteknya hal ini tentu tidak mudah, karena sekolah akan dihadapkan pada berbagai perbedaan pendapat dan perbedaan etos kerja.
Dan selanjutnya ditakutkan tidak adanya transparasi antara Kepala Sekolah dan Staf sekolah
c.    Bagaimana beban  guru dalam otonomi sekolah?
Berdasarkan MBS maka tugas-tugas manajemen sekolah ditetapkan menurut karakteristik-karakteristik dan kebutuhan-kebutuhan sekolah itu sendiri. Oleh karena itu warga sekolah memiliki otonomi dan tanggung jawab yang lebih besar atas penggunaan sumber daya sekolah guna memecahkan masalah sekolah dan menyelenggarakan aktivitas pendidikan yang efektif demi perkembangan jangka panjang sekolah dan ini jelas merupakan beban untuk seorang guru juga.
Konsep dasar MBS adalah adanya otonomi dan pengambilan keputusan partisipatif. Artinya MBS memberikan otonomi yang lebih luas kepada masing-masing sekolah secara individual dalam menjalankan program sekolahnya dan dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang terjadi. Selain itu dalam menyelesaikan masalah dan dalam pengambilan keputusan harus melibatkan partisipasi setiap konstituen sekolah seperti siswa, guru, tenaga administrasi, orang tua, masyarakat lingkungan dan para tokoh masyarakat
Dalam MBS, cita-cita sekolah dan strategi-strategi pengelolaan mendorong partisipasi dan perkembangan dan peran guru adalah sebagai rekan kerja, pengambil keputusan dan pengimplementasi. Mereka bekerja bersama-sama dengan komitmen bersama dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan untuk mempromosikan pengajaran efektif dan mengembangkan sekolah mereka dengan antusiasme.
d.    Bagaimana reaksi masyarakat terhadap adanya MBS dalam koridor otonomi sekolah?
Menurut saya ketika MBS bisa memberi dampak baik terhadap lingkungan sekitar otomatis masyarakat pasti akan menerima, mendukung dan bahkan turut ikut serta dalam proses pelaknaannya dan begitupun sebaliknya jika keberadaan MBS merugikan pasti masyarakat akan menolak akan keberadaannya.
Dan menurut saya keberadaan MBS dapat memberi dampak yang baik untuk masyarakat, sekolah maupun siswanya. Ada beberapa peran serta masyarakat dalam kegiatan MBS yaitu :
1. Semua anak usia sekolah masuk sekolah formal.
2. Masyarakat memberi dukungan material, moral spiritual untuk kepentingan  pendidikan.
3. Masyarakat membantu menyediakan sarana dan prasarana belajar di rumah.
4. Masyarakat membantu pengadaan kelompok belajar.
5. Masyarakat menyadari pentingnya pendidikan.
6. Masyarakat membantu dalam melengkapi kekurangan guru.
7. Masyarakat memberi saran dan pendapat kepada sekolah.
8. Anak yang putus sekolah dan membolos semakin kecil bahkan tidak ada sama sekali.
9. Masyarakat yang mampu memberi subsidi bea siswa.
5.    Saudara ditempatkan sebagai Guru MI yang berada di daerah Pedesaan dengan segala keterbatasannya. MI tersebut akan melksanakan MBS.
a.    Apa yang akan saudara kemukakan?
Jika saya berada dalam kondisi demikian hal pertama yang akan saya lakukan adalah mendukungnya dan membantu mewujudkannya, karena ini merupakan cita-cita mulya walaupun MI yang ada di sebuah pedesaan mereka mampu. Dan karena saya di suatu daerah pedesaan dengan segala keterbatasan mungkin saya akan menanyakan kepada  pihak sekolah apa saja persyaratan yang sudah disiapkan Jika suatu sekolah hanya memenuhi sebagian persyaratan, maka sekolah tersebut tetap bisa menerapkan MBS sambil melengkapi persyaratan berikut.
Persyaratan bukan harga mati, akan tetapi lebih merupakan petunjuk yang masih terbuka untuk dimodifikasi, dikurangi atau ditambah sesuai dengan karakteristik sekolah dan masyarakat sekitarnya.  Dengan melaksanakan MBS sekolah itu juga akan bisa menyesuaikan lulusan dengan kebutuhan stakeholder, yang nantinya akan menguntungkan bayak pihak, yang mungkin diantaranya dapat ikut serta aktif dalam peningkatan mutu pendidikan. Dengan tidak hanya menjadi penyumbang dana, akan tetapi juga sebagai pengawas, pengontrol, dan pengevaluasi segala program yang dilaksanakan sekolah.
a.    Faktor kekuatan dan kelemahan apa yang saudara akan temui?
a.    Keuntungan/ Kekuatan
Faktor keuntungan yang mungkin akan saya temui yaitu pada saat pelaksanaan MBS diantaranya :
(1)  Kebijakan sekolah akan memberi pengaruh langsung kepada siswa, orang tua dan guru;
(2) Termanfaatkannya sumberdaya lokal;
(3) Efektif dalam melakukan pembinaan siswa seperti kehadiran, hasil belajar, tingkat pengulangan, tingkat putus sekolah, moral guru dan iklim sekolah; dan
(4) Adanya partisipasi untuk mengambil keputusan, memberdayakan guru, manajemen sekolah, rancang ulang sekolah dan perubahan perencanaan. Sementara itu, adanya partisipasi aktif dari warga sekolah akan dapat meningkatkan rasa memiliki yang akan berdampak terhadap peningkatan rasa tanggung jawab dan dedikasi atau komitmen terhadap sekolahnya.
b. Kelemahan
Faktor kelemahan yang mungkin akan saya temui pada saat menerapkan MBS di pedesaan yaitu mungkin dari segi Pemahaman masyarakat terhadap MBS, karena biasanya masyarakat desa memiliki pendidikan yang rendah, sehingga kondisi demikian menjadi masalah karena ketidak mengertian masyarakat terhadap mekanisme MBS itu sendiri, yang akhirnya dapat mengakibatkan peran serta masyarakat menjadi tidak maksimal dan tidak searah. Selain itu mungkin sarana dan prasarana yang kurang memadai karena biasanya di pedesaan semuanya serba terbatas.
b.    Hambatan apa yang saudara akan temui dalam melaksanakan MBS?
Dalam implementasi MBS juga dihadapi beberapa masalah seperti berbagai pihak terkait harus bekerja lebih banyak daripada sebelumnya, kurang efisien (dalam jangka pendek karena salah satu tujuan MBS adalah terjadinya efisiensi pendidikan), kinerja kepala sekolah yang tidak merata, meningkatnya kebutuhan pengembangan staf, terjadinya kebimbangan karena peran dan tanggungjawab baru, kesulitan dalam melakukan koordinasi dan masalah akuntabilitas.
Masalah lain yang muncul adalah pada otoritas pengambilan keputusan. Sekolah menginginkan dimilikinya otoritas dalam pengambilan keputusan, namun pemerintah pusat atau daerah sering kali tetap menginginkan otoritas keputusan berada di pihaknya.
Penghambat lain yang sering muncul adalah kurangnya pengetahuan berbagai pihak tentang bagaimana MBS dapat bekerja dengan baik. Juga masalah kekurangan ketrampilan untuk mengambil keputusan, ketidakmampuan dalam berkomunikasi, kurangnya kepercayaan antar pihak, ketidak jelasan peraturan tentang keterlibatan masing-msing pihak dan keengganan para administrator dan guru untuk memberikan kepercayaan kepada pihak lain dalam mengambil keputusan.
c.    Apa pengaruh MBS terhadap perkembangan Masyarakat?
Pengaruh MBS terhadap perkembagan masyarakat yaitu menanamkan rasa peduli akan sebuah pendidikan dan sekolah, karena MBS sediri melibatkan peran Masyarakat dalam pelaksanaannya sehingga rasa memiliki terhadap sekolah akan tumbuh.
Selain itu dengan diberlakukannya MBS dapat memandirikan atau memberdayakan sekolah melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada sekolah, pemberian fleksibilitas yang lebih besar kepada sekolah untuk mengelola sumberdaya sekolah, dan mendorong partisipasi warga sekolah khususnya masyarakat untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Yaitu dengan Meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan kemandirian, fleksibelitas, partisipasi, keterbukaan, kerjasama, akuntabilitas, sustainbilitas, dan inisiatif sekolah dalam mengelola, memanfaatkan, dan memberdayakan sumberdaya yang tersedia.
Melihat Siklus pendidikan MBS sendiri ada beberapa macam yaitu pertama input yang lebih memperhatikan kriteria calon siswa yang diterima disekolah, yang kedua proses dalam proses belajar mengajar dilakukan secara maksimal’ ada perencanaan, proses dan evaluasi’ dan yang terakhir yaitu output lebih memperhatikan lulusannya yang bagus sehingga bisa melanjutkan kejenjang pendidikan lebih tinggi. Dari siklus MBS itu sendiri jelas bahwa pengaruh MBS dalam perkembagan masyarakat sangat berperan aktif untuk membentuk dan meningkatkan Mutu pendidikan SDM.
d.    Apa pengaruh MBS terhadap peningkatan prestasi belajar siswa?
Dengan penerapan MBS prestasi belajar murid lebih mungkin meningkat jika manajemen pendidikan dipusatkan di sekolah daripada pada tingkat daerah.Para kepala sekolah cenderung lebih peka dan sangat mengetahui kebutuhan murid dan sekolahnya ketimbang para birokrat di tingkat pusat atau daerah. Lebih lanjut dinyatakan bahwa reformasi pendidikan yang bagus sekalipun tidak akan berhasil jika para guru yang harus menerapkannya tidak berperan serta merencanakannya.
Penerapan MBS yang efektif akan menghasilkan orang-orang yang kompeten di sekolah untuk mengambil keputusan yang akan meningkatkan pembelajaran, peluang bagi seluruh anggota sekolah untuk terlibat dalam pengambilan keputusan penting, mendorong munculnya kreativitas dalam merancang bangun program pembelajaran yang mengunggulkan potensi lokal, pengarahan kembali sumber daya yang tersedia untuk mendukung tujuan yang dikembangkan di setiap sekolah, rencana anggaran yang lebih realistik ketika orang tua dan guru makin menyadari keadaan keuangan sekolah, batasan pengeluaran, dan biaya program-program sekolah, dan meningkatkan motivasi guru dan mengembangkan kepemimpinan baru di semua level.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar